Kimi Nur Kurangin tidur banyakin mimpi

Kemendikbud Resmikan Politeknik Multimedia Nusantara, Ini Prodi yang Ditawarkan

Kemendikbud-Resmikan-Politeknik-Multimedia-Nusantara,-Ini-Prodi-yang-Ditawarkan

Direktorat Jenderal Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan (Ditjen Diksi) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) terus mendorong terwujudnya visi nasional mewujudkan sumber daya manusia yang unggul sejalan dengan kebijakan Presiden Jokowi.

Kemendikbud-Resmikan-Politeknik-Multimedia-Nusantara,-Ini-Prodi-yang-Ditawarkan

Upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian Perguruan Tinggi Vokasi (MNP)

Politeknik Multimedia Nusantara. Kehadiran MNP merupakan harapan baru dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran profesional khususnya di industri kreatif.

“Presiden Jokowi pernah mengatakan bahwa industri kreatif merupakan industri masa depan yang akan berperan sangat penting dalam membangun perekonomian nasional. Saya yakin MNP akan menjadi jawaban atas kebutuhan kita untuk memiliki pelaku-pelaku di industri kreatif yang tidak hanya mumpuni, tetapi juga bersaing dalam manajemen, kreatif dan berani berinovasi,” ujar Mendikbud. (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, seperti dilansir dari situs Kemendikbud, Ristek, Senin (27/9/2021).

Baca Juga: Beasiswa Sarjana Korea Selatan, Gratis Biaya Pendidikan, dan Hibah Rp 10 Juta Per Bulan

Direktur Jenderal Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan (Dirjen Diksi),

Wikan Sakarinto, memaparkan beberapa upaya peningkatan kualitas pembelajaran profesional di industri kreatif.

Yang pertama, jelasnya, adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih besar tentang konteksnya. Kedua, tentang pedoman Link and Match dan Link and Super Match.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Terkait poin pertama, Dirjen Wikan menyampaikan bahwa MNP

akan berdampak besar bagi Indonesia yang merupakan salah satu kunci kekuatan negara di masa depan dan akan menjadi pusat inovasi atau teaching factory.

Poin kedua kemudian terkait dengan kebijakan link-and-match 8+i. Menurutnya, kebijakan utama dalam menerjemahkan pembelajaran mandiri adalah mempertimbangkan setidaknya delapan link point atau link-and-match 8+i dan lebih terbuka terhadap pemanggilan.

Baca Juga:  CARA MUDAH Download Video TikTok, Facebook, YouTube

“Link and Match bukan hal baru, lahir tahun 1980-an. Jika kita melihat indeks produktivitas personel kita berbicara tentang bonus demografi, jika kita berbicara tentang kekuatan Indonesia pada tahun 2025 yang akan menjadi 5 besar dengan PDB terbesar di dunia, itu benar. Tapi kita punya tugas besar, yaitu meningkatkan produktivitas sumber daya manusia. Ini menunjukkan bukan hard skill yang jadi masalah, tapi lebih pada komitmen, soft skill dan karakter,” jelasnya.

Baca Juga: Beasiswa Sarjana Oxford-Cambridge 2022, Biaya Pendidikan Gratis, dan Tunjangan Hidup
4 tuntutan hukum perburuhan terhadap lulusan profesional

Wikan memiliki empat tuntutan hukum perburuhan lainnya terhadap lulusan profesional. Yang pertama adalah kurangnya ketahanan terhadap tekanan dunia kerja. Kedua, keterampilan komunikasi lisan dan tertulis yang buruk. Ketiga, kurangnya kemampuan kooperatif dan keempat, kurangnya inisiatif dan mudah bosan terkait dengan soft skill dan karakter.

“Hubungan dan kesepakatan ini tidak hanya harus ditandatangani dengan MoU, tetapi juga harus mampu menghasilkan produk yang dapat didistribusikan di pasar industri dan masyarakat,” tegasnya.

 

LIHAT JUGA :

nac.co.id
futsalin.id
evitdermaclinic.id
kabarsultengbangkit.id
journal-litbang-rekarta.co.id
jadwalxxi.id
greenlifestyle.or.id
kopertis2.or.id
rsddrsoebandi.id
ktb-mitsubishimotors.co.id
topijelajah.com
mesinmilenial.com

Kimi Nur Kurangin tidur banyakin mimpi